Selasa, 26 Agustus 2008

senja di bukit kemarau

Aku akan selalu ingat saat itu
saat kau berlari mengejarku
mengayun langkah berkayuh nafas
berlomba mencapai bukit

Diatas bukit
kita menghela nafas dalam dalam
berteriak keras keras
merentangkan tangan kita lebar lebar

sementara asap membubung tinggi di barat
gumpalannya menyeduh cakrawala
menutup matahari menyentuh ujung bulu mata kita

alang alang mebara berderik derik
api semakin ganas melahap ilalang kering
perbukitan ini membara
gulungan angin mengombak ilalang berayun ayun
serpih serpihnya melayang layang di angkasa

bukit ini semakin gersang
bukit ini semakin garang
bukit ini semakin panas
bukit ini semakin memilukan

aku meratap ratap
aku mengenang kenang


sekarang aku disini
dibukit kemarau
bukit gersang
mengerang
menyaput rindu yang tak terobat

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Sony Eseskembaren (03/06/2009 14:34:58): di kamar kerjaku aja yuk, pura pura ada urusan kesini
kmelati84 (03/06/2009 14:35:27): ayoo... gak papa niy..
Sony Eseskembaren (03/06/2009 14:36:13): iya korsiku kan besar, mejanya juga besar, kamu bisa ngumpet dibawah sambl oral nggak ada yang tau